 | Welcome to My Padepokan | Sep 1, 2007 |
Feel free and relax to visit and stay for a while in my padepokan. Enjoy my photo collection, my blog and my activity, which is all about my hobby in Silat Perisai Diri (Indonesia martial art). So don't hesitate to share with me or just left me your message if you have any sugestion or comment about my padepokan. Thank you too for your visit and God bless you
Sumber/Inspirasi tentang padepokan Putri Teratai:
Pada suatu hari sekitar 4 tahun yang silam, ketika itu aku mengalami puncak dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Ujian demi ujian datang silih berganti tanpa henti, ibarat berlatih silat saat itu aku diberikan drilling dengan materi yang beraneka ragam dan juga fisik yang melelahkan. Hingga suatu ketika kelelahan itu sudah tak lagi mampu mengangkat sukma dan ragaku menghadapi ujian tersebut.
Kelelahan itu bukan akhir dari perjuanganku menempuh ujian tersebut, masih dengan bersusah payah tetap aku merangkak melampauinya. Jujur dalam hidupku aku pantang dengan yang namanya menyerah, aku akan berjuang mati-matian untuk bertahan.
Hanya saja kelelahan yang aku hadapi pada 4 tahun yang silam itu, sudah cukup menghabiskan tenaga dari sukma dan ragaku, dan akhirnya aku tidak sadarkan diri ... serasa sukma ini melayang melihat ragaku yang terkapar tidak bertenaga. Aku terbang pikirku... apakah aku mati? ketika aku melongok kebawah kulihat kakiku sudah tidak menginjak tanah... badan terasa ringan sangat ringan ... ohh aku mati..mati? aku masih belum menerima kenyataan itu. Aku perhatikan lagi dan merasa aneh dengan apa yang kulihat dari atas, bahwa yang tergeletak tak berdaya itu bukan aku sebagai diriku dengan rupa asliku. Yang aku lihat pada saat itu adalah seorang putri dengan rupa putih bersih. Rupa ayu lembut dengan mata sayu memancarkan aura keanggunannya...cantik sekali. Terpana aku melihatnya, hingga aku menangkap senyum dan suatu pesan dari bibirnya yang mungil. Sang putri mengatakan bahwa "kamu bisa". Bagai tersentak aku kembali bangun dari ketidaksadaranku tadi. Badan ini lambat laun serasa pulih bagai terisi tenaga baru.
Sejak peristiwa itu dan dengan pesan dari putri rupa ayu aku tetap bersemangat untuk terus hidup, memanfaatkan waktu yang sudah diberikan oleh Yang Maha Suci dan mengisinya dengan segala kebaikan.
Aku kenal wajah ayu dengan mata sayu tadi sebagai Putri Teratai. Mengapa Teratai? dari semua peristiwa yang aku alami aku mengambil hikmahnya dan menemukan philosophy dari tanaman Teratai. Tanaman Teratai ini dikenal hidup dikolam berlumpur, tetapi dari batangnya tumbuh bunga yang indah sedangkan daunnya yang lebar merupakan tempat berlindung bagi ikan dan binatang yang ada dikolam. Katak dan kumbang merasa nyaman dan aman berada diatas daun teratai yang lebar. Bunganya yang cantik merupakan pesona bagi siapa saja yang melihatnya.
Dalam hidup ini jika kita menghadapi suatu keburukan dan suatu peristiwa yang sangat tidak mengenakkan, janganlah kita bersikap pesimis dan bersedih hati tetapi yakinlah bahwa dibalik itu semua pasti ada hikmah yang cantik, secantik bunga teratai...Semangat teratai akan senantiasa mewarnai hari-hariku dalam menjalani hidup.